Friday , August 14 2020
Home » The Lounge » News » Penipuan di Media Sosial Semakin Meningkat

Penipuan di Media Sosial Semakin Meningkat

foto : Cnet

Penipuan di Media Sosial Semakin Meningkat

lebakcyber.net – Penipuan di media sosial semakin meningkat. Media sosial sudah menjadi salah satu kebutuhan primer dan juga menjadi salah satu bagian penting pada pembangunan jaringan dan juga biasa digunakan untuk bersosialisasi dengan orang-orang.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab para pelaku kejahatan di dunia siber selalu mengincar platform seperti Facebook, Twitter dan juga Instagram agar dapat mencuri data pribadi dan juga kredensial login.

Kejahatan Pada Platform Facebook

Sekarang ini sudah menjadi sebuah tren kejahatan siber yang terjadi di platform Facebook. Bulan lalu saja peneliti Phislan mencatat ada banyak akun yang meniru para eksekutif dari merek terkenal yang bertujuan untuk mencuri kredensial dan juga merusak reputasi dari perusahaan.

Advertisements

Penipuan dalam bentuk Phising pada platform Facebook juga semakin berkembang. Bahkan ditemukan sebuah modus baru dengan mengirimkan sebuah video porno melalui Facebook Messenger.

Selain itu juga modus lainnya yang biasa digunakan adalah dengan meniru pemberitahuan otomatis Facebook yang berusaha untuk memperingatkan para pengguna. DImana penipu mengirimakn sebuah email yang menyatakan bahwa akun Instagram dan Facebook sang korban sudah melanggar aturan dan akhirnya diminta untuk memberikan informasi pribadi dengan cara mengklik link jahat yang dilampirkan dalam email yang dikirim.

Advertisements

Para pengguna Facebook memang harus selalu waspada karena platform tersebut adalah media sosial paling populer di dunia dimana jumlah pengguna hariannya saja mencapai angka 2,6 miliar.

LinkedIn dan Twitter

Jenis penipuan dengan cara memalsukan data para bos dan juga eksekutif juga sangat populer di Instagram, LinkedIn dan juga Twitter. Modusnya dapat dengan berbagai macam cara yang bisa membuat para korban percaya kalau akun penjahat siber tersebut benar-benar akun milik petinggi dari perusahaan bermerek.

Phislab juga melaporkan bahwa scammer dengan memanfaatkan LinkedIn untuk menyamar sebagai jajaran eksekutif untuk melakukan perekrutan pekerja palsu sampai menawarkan barang dan juga jasa palsu dengan menjaminkan individu para eksekutif.

Para pelaku kejahatan siber tersebut sering mengirim pesan pribadi atau Direct Message kepada calon targetnya. Dengan mengaku sebagai jajaran dari eksekutif, penipu tersebut tanpa basa-basi langsung meminta Informasi Identifikasi Pribadi (PII) dan juga meminta sejumlah uang.

Saran Agar Terhindar dari Penipuan

Dengan semakin meningkatknya popularitas media sosial pada kalangan pengguna secara global, membuat semua orang harus sadar kalau platform media sosial akan terus menjadi sasaran penipuan dan juga kejahatan siber. Peningkatan serangan dan juga ancaman siber dan juga operasi penipuan jumlahnya akan terus mengalami peningkatan.

Para pengguan media sosial sebaiknya selalu berhati-hati pada saat menerima email yang seolah-olah berasal dari sumber yang resmi dan juga jangan pernah membuka attachment atau lampiran yang berasal dari sebuah sumber yang tidak dikenal.

Sebagai informasi tambahan bahwa situs media sosial tidak pernah mengirimkan email apapun termasuk mengancam akan menghentikan ataupun menangguhkan layanan mereka kepada salah seorang penggunanya.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *