Monday , June 17 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / China Larang Penambangan Mata Uang Virtual

China Larang Penambangan Mata Uang Virtual

foto : newsBTC

China Larang Penambangan Mata Uang Virtual

lebakcyber.net – Industri mata uang virtual di China cukup menjadi hal yang kontradiktif. Hal tersebut karena pemerintah China larang penambangan mata uang virtual dan juga perdagangannya, namun sampai saat ini China masih menjadi pusat penambangan cryptocurrency global.

China sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk menghambat industri krypto. Seperti misalnya melarang penawaran koin perdana (initial coin offering) dan juga mempersulit bank-bank yang ada di China untuk bersentuhan dengan mata uang virtual.

Sekarang, pemerintah mengambil langkah lebih besar dengan langsung pada inti industrinya, yaitu melarang kegiatan penambangan mata uang virtual atau cryptocurrency mining.

Komisi reformasi dan pembangunan China mengumumkan ada sekitar 450 jenis aktivitas sia-sia dan juga berbahaya yang rencananya akan mulai dihapuskan. Penambangan mata uang virtual adalah salah satu diantaranya.

Sebagai informasi tambahan, penambangan adalah proses penting dalam cryptocurrecy, ini adalah sebuah proses validasi transaksi pada jaringan blockchain, dimana mata uang virtual adalah hasil akhirnya.

Sayangnya dalam proses penambangan tersebut dibutuhkan rangkaian hardware berupa komputer yang memiliki tenaga besar dan juga sumber daya yang tidak sedikit.

Pengamat industri kripto independ, Katherine Wu meinali efek berlakunya aturan tersebut membutuhkan banyak waktu. Dirinya juga mengatakan aturan tersebut berbeda dengan larangan cryptocurrency sebelumnya.

Pada tahun 2017 lalu misalnya, pemerintah China melakukan operasi pembubaran untuk kegiatan menukarkan mata uang dan jual beli koin virtual.

Selain itu Wu juga mengatakan banyak industri yang masuk ke dalam daftar kegiatan sia-sia justru malah bertahan lebih lama.

Walaupun begitu beberapa penambang kripto di China sudah merasakan efek dari aturan tersebut.

Salah satunya adalah Bitmain, manufaktur chip khusus penambang yang disebut ASIC. Awalnya Bitmain memiliki rencana untuk mengekspansi bisnisnya ke Amerika Serikat. Namun harga mata uang virtual yang kerap kali turun naik menahan rencana tersebut sampai akhirnya perusahaan mengumumkan PHK kepada beberapa karyawannya.

Dengan diberlakukannya aturan baru tersebut, pembeli chip ASIC menjadi berkurang. Bitmain juga mengalihkan fokus ke bidang lain seperti kecerdasan buatan.

Di luar China, perusahaan penambang mata uang virtual sudah tidak lagi aman karena masalah regulasi pemerintah. Apalagi mengenai dampak fasilitas yang digunakan yaitu listrik dalam jumlah yang besar.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *