Saturday , November 17 2018
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Warga Swedia Tanam Microchip di Tubuh

Warga Swedia Tanam Microchip di Tubuh

foto : Biohax

Warga Swedia Tanam Microchip di Tubuh

lebakcyber.net – Sejak tahun 2015 lalu, lebih dari 4000 warga Swedia tanam microchip di tubuh yang berisi data pribadi kedalam tubuh mereka.

Microchip itu sendiri dibuat oleh Biohax International, yang merupakan perusahan asal Swedia yang mendominasi pasar microchip. Dari namanya, chip ini memiliki ukuran sebesar butiran beras.

Alat kecil itu dapat digunakan untuk menyimpan rincian kontak darurat, profil media sosial atau e-tiket untuk acara dan juga melakukan perjalanan kereta api di Swedia, seperti penemuan 100 orang yang ketahuan sudah menggunakan microchip yang ada didalam tubuhnya untuk membayar tiket perjalanan kereta api pada tahun 2017 lalu.

Microchip itu sendiri di klaim aman dari peretasan karena alat tersebut bersifat pasif, dimana alat tersebut tidak bisa membaca informasi yang ada didalam chip itu sendiri. Selain itu teknologi sekarng juga belum mampu untuk meretas sebuah microchip.

Pendiri Biohax, Jowan Osterlund mengatakan bahwa lebih sulit untuk meretas sebuah microchip apalagi kalau microchip tersebut ada didalam tubuh para penggunanya.

Untuk penggunaan sehari-hari, microchip tersebut mengandalkan teknologi komunikasi jarak pendek (NFC) yang akan bereaksi saat dipicu oleh sistem, seperti misalnya tiket pembayaran kereta api, kunci digital dan juga sistem login.

Karena fungsi tersebut, microchip diklaim mampu mempercepat rutinitas harian para penggunanya dan membuat mereka lebih nyaman saat mengakses rumah, gym dan kantor semudah menggesekan tangan mereka kepada pembaca digital.

Pemasangan microchip didalam tubuh diantarkan melalui alat suntik dengan mendorong alat tersebut ke bagian atas jempol atau ke belakang telapak tangan, sesuai dengan keinginan penggunanya.

Kalau mau mendapatkan teknologi ini, penggunanya harus mengeluarkan uang praktik sebesar USD 180 atau sekitar Rp. 2,7 juta.

Perusahaan teknologi yang juga berasal dari Swedia, Epicenter diketahui sudah menanamkan microchip tersebut kepada para pegawainya untuk kemudahan absensi, fasilitas kantor, akses pintu dan sebagainya.

Osterlund juga mengatakan kalau teknologi ini sudah berhasil diterapkan karena prilaku transaksi warga Swedia sekarang ini sudah bergeser dari pembayaran tunai ke pembayaran non-tunai (cashless society) dan mereka juga lebih mementingkan efisiensi daripada privasi.

Lebih lanjut pihak Biohax mengatakan bahwa praktek tersebut semakin diminati menimbang pabrikan chip tersebut sempat kerepotan menangani banyaknya permintaan yang tidak ada hentinya.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *