Tuesday , April 23 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Ternyata iPhone Bisa Kena Virus

Ternyata iPhone Bisa Kena Virus

foto : kaspersky lab

Ternyata iPhone Bisa Kena Virus

lebakcyber.net – Salah satu alasan kenapa iPhone menjadi ponsel yang paling laris adalah karena keamanan yang dimilikinya, namun siapa sangka ternyata iPhone bisa kena virus juga walaupun pihak Apple sendiri mengklaim kalau produknya tersebut tidak bisa disisipi oleh virus.

Namun faktanya ternyata iPhone masih bisa disusupi oleh virus loh, walaupun sudah diklaim sebagai ponsel yang sangat aman dan tidak dapat disusupi oleh virus. Gak percaya? yuk disimak artikel dibawah ini.

iPhone Tidak Bisa Terkena Virus

Untuk masalah keamanan, sistem operasi Android seringkali dianggap lebih rentan jika dibandingkan dengan iOS. Salah satu yang jadi penyebabnya adalah karena Android memang bersifat open source sedangkan iOS memiliki level akses yang terbatas.

Secara teori, iOS masih dapat diserang oleh virus. Lalu apa yang menjadi dasar dari pernyataan tersebut?

Tingkat Keamanan iPhone Seperti Apa?

Bagi sebagian pengguna, iPhone dirasa begitu membosankan karena sangat sulit untuk di modifikasi sistem operasinya. Hal tersebut berbanding terbalik dengan sistem operasi Android.

Tentu saja Apple memiliki alasan sendiri mengenai hal tersebut. Salah satunya adalah memberikan pengamanan sekuat mungkin dengan meniadakan campur tangan dari pihak ketiga.

Bahkan pihak Apple sendiri sangat ketat dalam menyeleksi aplikasi yang bisa di download melalui App Store. Hal tersebut memungkinkan pengurangan terhadap adanya aplikasi yang membawa malware pada aplikasi yang pihak ketiga buat.

Kalau begitu iPhone sangat aman dong? Ternyata tidak juga. Berdasarkan laporan dari WikiLeaks, terbukti bahwa CIA mampu menembus pagar keamanan yang dimiliki oleh iPhone.

Cara CIA memasuki keamanan dari iPhone tersebut dengan memanfaatkan titik-titik rentan yang dapat disusupi oleh malware. Padahal sudah banyak hacker di luar sana yang memiliki kemampuan setara dengan CIA.

Tapi tentu saja, tingkat kerentanan yang dimiliki iPhone masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sistem operasi Android. Jadi bagi kamu pengguna iOS masih bisa bernafas lega.

Jenis Virus Yang menyerang iPhone.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu kasus dimana keamanan iPhone dapat dijebol adalah pada tahun 2017 lalu yang dilakukan oleh CIA.

Selain itu masih ada lagi contoh lainnya, misalnya pada tahun 2015 lalu, Apple mengumumkan bahwa ratusan aplikasi iOS dari China ternyata mengandung malware.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Hal tersebut terjadi karena para pengembang menggunakan versi palsu dari Xcode yang dikenal dengan istilah XcodeGhost.

Dan pada tahun 2014 lalu, Trojan dengan nama Xsser mRat dapat menginfeksi iPhone yang sudah di jailbreak dan mencuri data pribadi penggunanya.

Dan dapat diambil kesimpulan berdasarkan contoh diatas kalau ternyata iPhone atau lebih tepatnya sistem operasi iOS masih memiliki kemungkinan untuk terkena malware atau virus.

Ancaman Melalui Browser

Salah satu bahaya lainnya yang mengintai para pengguna sistem operasi iOS adalah serangan phising yang akan mencoba untuk menipu penggunanya untuk memberikan informasi pribadi secara online.

Phising bisa dilakukan melalui email, iklan atau situs palsu yang meniru situs asli yang sering digunakan oleh para pengguna iOS.

Karena tidak membutuhkan perantara aplikasi, serangan phising dapat dilakukan melalui browser yang ada di browser, termasuk browser yang ada di iPhone.

Selain itu ada juga ancaman dari SMS, dimana biasanya isi dari SMS disertai dengan linnk yang akan membawa si penerima pesan ke situs yang berniat buruk kepada pengunjungnya.

Berdasarkan data dan informasi diatas, dapat dikatakan kalau ternyata iPhone bisa kena virus juga kan, dan itu membuktikan bahwa tidak ada sistem yang benar-benar aman.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *