Thursday , June 27 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Telegram Semakin Terhimpit di Rusia

Telegram Semakin Terhimpit di Rusia

foto : internet

Telegram Semakin Terhimpit di Rusia

lebakcyber.net – Sepertinya pemerintah Rusia semakin meningkatkan tekanannya untuk menghapus perederan aplikasi Telegram khusus di negaranya. Sekarang apa lagi yang dilakukan oleh Rusia yang membuat Telegram semakin terhimpit di Rusia?

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa pihak Rusia kembali mengambil keputusan yang semakin menyudutkan Telegram, penyedia layanan berbagi pesan asal Rusia sendiri tersebut. Pihak Rusia melakukan pemblokiran kepada 50 penyedia virtual private network (VPN) dan layanan sejenisnya.

Sejak bulan April lalu, pemerintah Rusia melalui Roskomnadzor yang merupakan lembaga nasional yang bertanggung jawab dalam sektor komunikasi dan media massa memang sudah melakukan beberapa upaya untuk benar-benar menghapus aplikasi buatan Pavel Durov tersebut dari peredaran. Awalnya mereka sudah membatasi akses kepada para user Telegram.

Selanjutnya mereka meminta pihak Google dan juga Apple untuk menghapus Telegram dari platform toko aplikasi milik keduanya. Bahkan, Roskomnadzor sampai melakukan pemblokiran kepada sekitar 15,8 juta alamat IP pada Google Cloud dan juga Amazon Web Service yang diperkirakan digunakan oleh Telegram. Hal tersebut tentu saja menyebabkan sejumlah platform online lainnya seperti Spotify dan Google ikut mengalami gangguan.

Pihak Roskomnadzor sendiri tidak menyebutkan siapa saja penyedia layanan VPN dan semacamnya yang diblokir. Walaupun begitu, APK Mirror menjadi salah satu target dari lembaga nasional Rusia tersebut.

Pihak APK Mirror sendiri sudah mengkonfirmasi hal tersebut dengan melakukan cuitan di akun Twitter miliknya yang mengatakan bahwa pemerintah Rusia sudah meminta mereka untuk berhenti menyediakan APK untuk Telegram bagi pengguna di Rusia.

Selain itu, upaya Roskomnandzor kali ini juga seakan menjadi jawaban dari ucapan Durov yang mengaku bahwa para pengguna Telegram di Rusia masih dapat mengakses aplikasi tersebut. Hal ini dikarenakan, sebagaimana diakui olehnya, para user memanfaatkan layanan proxy dan VPN agar masih bisa mendapatkan akses menuju Telegram.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *