Sunday , June 16 2019
Home / The Lounge / Sisi Gelap Internet / Situs dan Aplikasi Yang Dilarang Di China

Situs dan Aplikasi Yang Dilarang Di China

foto : theindianwire.com

Situs dan Aplikasi Yang Dilarang Di China

lebakcyber.net – Belum lama ini santer kabar mengenai pemblokiran situs Wikipedia yang dilakukan oleh China beredar di internet dan menjadi topik yang hangat dibicarakan. Selain Wikipedia, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai situs dan aplikasi yang dilarang di China.

China sendiri terkenal dengan sistem sensor internetnya yang sangat ketat sampai apapun yang dianggap merugikan negara tersebut akan segera di blokir oleh pemerintah. Ternyata selain Wikipedia, ada beberapa situs populer lainnya yang sangat banyak digunakan pengguna internet di seluruh dunia justru diblokir di China.

Dengan alasan untuk melindungi warga negaranya dari pengaruh luar dan bahaya informasi yang masuk, Chian sampai saat ini sudah memblokir lebih dari 8 ribu situs. Pemblokiran tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem penyaringan yang terkenal, yaitu The Great Firewall.

Dan berikut adalah situs dan aplikasi yang dilarang di China :

Facebook

Kalau kamu sampai sekarang ini masih dapat mengakses jejaring sosial Facebook, tidak begitu jika kamu berada di China. Karena jejaring sosial tersebut sudah di blokir oleh pemerintah China sejak bulan Juli tahun 2019 lalu.

Situs Facebook di blokir setelah platform media sosial tersebut digunakan sebagai alat komunikasi oleh kalangan pengunjuk rasa saat terjadi kerusuhan di ujung barat China. Karena pemblokiran tersebut, media sosial China, Weibo, menjadi alternatif yang digunakan oleh masyarakat negara tersebut.

Google

Walaupun Google dapat memberikan banyak manfaat kepada para penggunanya, ternyata situs mesin pencari sekelas Google juga harus di blokir oleh pemerintah China, pemblokiran tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu.

Google sendiri di blokir setelah terjadi perselisihan diantara keduanya mengenai sensor kueri pencarian yang dianggap tidak ramah terhadap aturan sensor di China.

Pada tahun 2018 lalu, Google sempat diberitakan sedang mengembangkan mesin pencari dengan sensor khusus yang di beri nama Dragonfly. Dimana Dragonfly tersebut dilengkapi dengan database bawaan mengenai daftar hitam pencarian-pencarian yang tentunya dilarang oleh pemerintah China.

Sayangnya, project Dragonfly tersebut dibatalkan pada bulan Desember lalu setelah menghadapi kemarahan dari para karyawan Google dan juga kelompok hak asasi manusia.

Hal tersebut dikarenakan Google dianggap terlalu tunduk kepada kemauan China dan secara tidak langsung mendukung absennya kebebasan informasi.

Instagram

Media sosial yang banyak digunakan para kaum milenial ini ternyata sudah di blokir oleh China sejak bulan September 2014 lalu. Instagram di blokir oleh pemerintah China setelah protes kelompok pro-demokrasi di Hong-Kong mencuat pada tahun 2014.

Instagram menjadi platform yang digunakan untuk mempopulerkan gerakan protes tersebut melalui tagar #OccupyCentral. Tindakan tersebut dianggap sudah merugikan China dan sejak saat itu Instagram tidak dapat lagi diakses di China.

YouTube

Ketatnya peraturan mengenai sensor pengawasan internet membuat platform berbagi video terbesar seperti YouTube sudah dilarang penggunaannya di China sejak tahun 2009 lalu. YouTube diyakini memuat banyak konten yang berbahaya bagi persatuan dan juga kedaulatan negeri tirai bambu tersebut.

Situs YouTube tersebut diblokir setelah menampilkan kerusuhan di Tibet. Dimana saat itu, Tibet yang masuk ke dalam wilayah kedaulatan China memprotes kebijakan pemerintah terkait hak asasi manusia. Sebagai gantinya, pemerintah China memiliki situs yang seperti YouTube untuk warganya menikmati layanan video streaming.

WhatsApp

Layanan berbagi pesan WhatsApp juga ternyata di blokir oleh pemerintah China. Pemblokiran tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 18 Oktober 2017 lalu.

China menganggap kalau layanan berbagi pesan seharusnya bertindak untuk menghentikan penyebaran informasi ilegal yang terjadi di negara tersebut. Dengan begitu, WhatsApp menjadi produk terakhir dari perusahaan miliki Mark Zuckerberg yang akhirnya ikut di blokir oleh China.

Twitter

Bukan hanya Facebook dan Instagram saja, ternyata media sosial seperti Twitter juga di blokir oleh pemerintah China. Twitter sendiri di blokir pada bulan juni 2009 lalu.

Pemblokiran tersebut dilakukan dengan tujuan agar para warga China tidak melakukan protes di media sosial yang dapat dengan cepat memicu warga lainnya. Walaupun begitu, kurang lebih 10 juta pengguna aktif Twitter di China tetap mengakses Twitter dengan menggunakan VPN.

Wikipedia

Pada tahun 2015 lalu China hanya membolir Wikipedia yang berbahasa mandarin saja, namun pada bulan April 2019, akhirnya situs ini secara keseluruhan di blokir oleh pemerintah China.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti alasan apa yang menjadi sebab diblokirnya situs Wikipedia tersebut, namun pada taun 2018 negara ini secara resmi merilis situs ensiklopedia sejenis yang diberi nama The Encyclopedia of China.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *