Sunday , December 8 2019
Home / The Lounge / Sisi Gelap Internet / Serangan Ransomware Makin Ramai di Indonesia

Serangan Ransomware Makin Ramai di Indonesia

foto : CSO

Serangan Ransomware Makin Ramai di Indonesia

lebakcyber.net – Serangan Ransomware makin ramai di Indonesia. Kegiatan serangan siber ransomware belakangan ini sedang meningkat. Bahkan satu bulan terakhir ini di Indonesia sendiri diperkirakan ada ratusan serangan ransomware yang sukses.

Hal tersebut dikatakan oleh Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber Vaksincom yang mengatakan pengguna internet harus waspada karena meningkatnya serangan siber dalam bentuk aktivitas ransomware.

Alfons mengatakan bahwa banyak sekali serangan ransomware dan diperkirakan di Indonesia dalam kurun waktu satu bulan ini saja terjadi ratusan infeksi ransomware yang sukses.

Advertisements

Serangan ransomware yang sukses ini adalah serangan yang berhasil menginfeksi dan juga mengenkripsi data di komputer para korbannya. Seperti diketahui bahwa ransomware adalah sejenis malware yang dapat menyandera file milik penggunanya.

Penyanderaan yang dimaksud disini adalah dengan melakukan enkripsi file tersebut sehingga tidak dapat lagi diakses oleh si pemilik file. Dan untuk dapat membuka enkripsi tersebut, pengguna membutuhkan kunci yang bisa didapatkan dengan membayarkan sejumlah uang tebusan ke si penyebar ransomware tersebut.

Biasanya uang tebusan yang diminta oleh pembuat ransomware harus di transfer oleh para korban dari serangan ransomware melalui uang digital bitcoin agar tidak mudah untuk mendeteksi siapa dalang dibalik serangan ransomware tersebut.

Advertisements

Pernyataan Alfons tersebut sejalan dengan hasil laporan analisis dari BitDefender yang mengatakan bahwa pertumbuhan serangan ransomware belakangan ini semakin besar dan diperkirakan akan semakin sulit untuk dilawan.

Berdasarkan keterangan dari Bitdefender, dari semua serangan siber yang ada, ransomware adalah jenis serangan yang memiliki tingkat pertumbuhan sangat cepat secara tahun ke tahun. Pertumbuhan malware yang dapat menyandera file para penggunanya ini mencapai 74,2%.

Sebenarnya jumlah laporan yang masuk terkait serangan ransomware tersebut sempat menurun pada pertengahan pertama tahun 2019 yang disebabkan oleh grup hacker di balik ransomware GandCrab mengurangi intensitas serangannya.

Sayangnya setelah itu laporan mengenai serangan ransomware kembali melesat, setelah dideteksi adanya jenis baru dari ransomware yang banyak digunakan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh GandCrab.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *