Rusia Blokir Aplikasi WhatsApp
lebakcyber.net – Rusia Blokir Aplikasi WhatsApp. Pemerintah Rusia melakukan pembatasan terhadap akses pada aplikasi WhatsApp dan juga memiliki rencana untuk melakukan pemblokiran pada aplikasi berbagi pesan yang dibuat oleh perusahaan Meta tersebut secara total. Pihak WhatsApp juga sudah memberikan konfirmasi mengenai hal tersebut melalui postingannya di X.
Pihak WhatsApp mengatakan kalau hari ini pihak Rusia sudah mencoba untuk melakukan pemblokiran WhatsApp secara penuh sebagai upaya untuk mendorong para warganya agar berpindah ke aplikasi berbagi pesan yang dibuat dalam negeri.
Pihak WhatsApp juga menambahkan kalau mereka terus berusaha melakukan berbagai cara yang mereka bisa agar tetap menjaga pengguna bisa terhubung.
Dmitry Peskov selaku juru bicara dari Kremlin memberikan informasi mengenai pemblokiran WhatsApp tersebut. Dirinya mengatakan kalau pihak Meta yang merupakan induk perusahaan WhatsApp agar bersedia mengikuti undang-undang Rusia, jika sudah, aplikasi WhatsApp kemungkinan dapat diakses normal lagi secara penuh.
Peskov juga menambahkan kalau Meta tetap tidak mengikuti peraturan pemerintah Rusia, bisa dikatakan kalau pihak Meta tidak siap untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah Rusia.
Mulai Diblokir Sejak Akhir Tahun 2025
Pemblokiran aplikasi berbagi pesan WhatsApp di Rusia sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 2025 lalu sekitar akhir Desember menjelang hari Natal, untuk akses aplikasi WhatsApp di Rusia sudah mulai dibatasi oleh pemerintah Rusia.
Alasannya sama seperti yang sudah dijelaskan oleh Peskov, yaitu pihak Rusia menuduh pihak WhatsApp tidak patuh kepada regulasi setempat.
Ribuan pengguna aplikasi WhatsApp yang berada di Rusia juga ikut mengeluhkan karena pembatasan komunikasi pada saat Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah juga sebelum melakukan pemblokiran kepada aplikasi WhatsApp sudah lebih dulu melakukan pembatasan pada aplikasi berbagi pesan Telegram. Aplikasi Telegram tersebut juga merupakan salah satu aplikasi yang paling populer di Rusia.
Alasan pemblokiran aplikasi Telegram juga sama seperti WhatsApp, pemerintah Rusia mengatakan kalau pembatasan tersebut dilakukan untuk melindungi warganya dari kejahatan Kriminal dan terorisme.
Dikutip dari halaman BBC, pemerintah Rusia sebelumnya sudah mendorong Telegram dan WhatsApp agar menyiapkan data pengguna Rusia didalam negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sepertinya, ketidak inginan pihak Meta dan juga Telegram untuk mematuhi peraturan tersebut yang membuat pemerintah Rusia marah.
Semenjak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 lalu, perselisihan yang terjadi antara kedua perusahaan teknologi tersebut dengan pemerintah Rusia semakin memanas.
Warga Rusia Diminta Beralih ke Aplikasi Max
Seperti yang disebutkan oleh pihak WhatsApp kalau pemerintah Rusia sudah mendorong para warganya untuk menggunakan aplikasi buatan dalam negeri bernama Max yang dirancang khusus sebagai aplikasi yang serba ada atau Super-apps yang mirip dengan aplikasi WeChat buatan China.
Semenjak tahun 2025 lalu, pemerintah Rusia mewajibkan aplikasi Max agar terinstall secara bawaan pada seluruh perangkat baru yang dijual di negara Rusia.
Para pegawai yang bekerja di sektor publik yang bekerja untuk guru, pemerintah serta siswa wajib untuk memakai aplikasi Max tersebut.
Pavel Durov selaku CEO dari telegram yang merupakan kelahiran Rusia mengatakan bahwa pemblokiran aplikasi Telegram di Rusia merupakan strategi pemerintah agar memaksa para warganya agar memakai aplikasi dalam negeri dengan tujuan untuk melakukan pengawasan dan juga sensor politik.
Durov mengatakan kalau membatasi kebebasan warga bukanlah jawaban yang tepat.







