Monday , June 17 2024
Ramalan Elon Musk Sering Meleset
Ramalan Elon Musk Sering Meleset

Ramalan Elon Musk Sering Meleset

Ramalan Elon Musk Sering Meleset

lebakcyber.net – Ramalan Elon Musk Sering Meleset. Elon Musk, pendiri SpaceX dan pemilik X (sebelumnya Twitter), terkenal dengan gagasan-gagasan revolusionernya, salah satunya adalah pemikiran untuk menjadikan Mars sebagai alternatif tempat tinggal manusia.

Namun, menurut penulis kenamaan dan penulis biografi Elon Musk, Walter Isaacson, berbagai prediksi atau perkiraan yang disampaikan oleh Musk seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang akhirnya terjadi. Hal ini diungkapkan Isaacson dalam sebuah podcast yang ditayangkan di saluran YouTube “The Diary Of A CEO” (DOAC).

Dalam podcast tersebut, Isaacson membahas tentang misi Elon Musk untuk mengirim manusia ke Mars. Isaacson mengungkapkan bahwa Musk, pada suatu waktu, menghitung bahwa ia berusia 52 atau 53 tahun dan memperkirakan memiliki waktu 30 tahun untuk mewujudkan misi ke Mars.

Meskipun Musk yakin bahwa misi tersebut dapat terlaksana dalam waktu 10 tahun, Isaacson menyatakan bahwa perkiraan Musk seringkali meleset jauh, dan target tersebut mungkin baru dapat tercapai dalam waktu yang lebih lama.

Isaacson menambahkan, “Dia selalu meleset 2-3 kali lipat, seperti seberapa cepat mobil otonom dapat terwujud, seberapa cepat Cybertruck dapat dibuat, atau seberapa cepat kita mencapai Mars. Kemungkinannya kecil untuk terwujud dalam 10 tahun.”

Sebagai contoh, saat Musk meluncurkan prototipe Cybertruck Tesla pada tahun 2019, ia mengklaim produksi kendaraan tersebut akan dimulai pada tahun 2020. Namun, dalam laporan kepada investor tahun 2021, produksinya diundur hingga tahun berikutnya, meleset dua tahun dari estimasi awal.

Cybertruck Tesla akhirnya baru dikirimkan kepada pemesan pada 30 November tahun ini. Isaacson juga menyoroti gaya kepemimpinan Musk terkait tenggat waktu atau deadline. Menurut Isaacson, Musk sering menetapkan tenggat waktu yang sangat ketat, bahkan terlihat mustahil untuk dicapai. Hal ini terjadi di berbagai perusahaan yang dikelolanya, seperti pada kasus peluncuran roket SpaceX.

Sebagai contoh, ketika peluncuran roket SpaceX mengalami kegagalan sampai tiga kali, Musk memberikan tenggat waktu hanya enam minggu untuk menyiapkan roket baru setelah kegagalan peluncuran ketiga.

Padahal, secara teori, tenggat waktu tersebut hampir mustahil dicapai mengingat waktu yang diperlukan oleh tim terkait. Meski begitu, tim SpaceX berhasil memenuhi tenggat waktu tersebut dengan bantuan pesawat Angkatan Udara, sesuai dengan persetujuan Elon Musk.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *