Saturday , April 4 2020
Home » The Lounge » Intermezzo » Otak Pecandu Smartphone Sama Seperti Pecandu Obat

Otak Pecandu Smartphone Sama Seperti Pecandu Obat

foto : Medium

Otak Pecandu Smartphone Sama Seperti Pecandu Obat

lebakcyber.net – Otak pecandu smartphone sama seperti pecandu obat. Kecanduan smartphone memiliki dampak terhadap otak penderitanya secara fisik. Dan berdasarkan keterangan dari dokter, dampan orang yang kecanduan smartphone sama dengan penderita kecanduan obat-obatan.

Sekarang ini smartphone sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan lagi. Karena perangkat ini mampu menjalankan beberapa fungsi selain fungsi dasarnya untuk melakukan komunikasi.

Banyak orang yang sudah sangat bergantung terhadap smartphone, sampai pada akhirnya mampu mempengaruhi struktur otak seseorang.

Advertisements

Dikutip dari halaman Ubergizmo (24/02/2020), damal sebuah studi yang dilakukan para peneliti yang mencoba melakukan tes MRI kepada 48 orang. Hasilnya 22 orang diantaranya didiagnosa memiliki kecanduan terhadap smartphone.

Hal tersebut juga menunjukan kalau kecanduan smartphone mampu mempengaruhi otak para penderitanya secara fisik. Dan dampaknya sama dengan apa yang dilihat oleh dokter pada para penderita pecandu obat-obatan.

Advertisements

Para peneliti di Heidelberg University mengatakan penggunaan smartphone yang luas dan juga popularitasnya yang semakin meningkat membuat para peneliti tersebut mempertanyakan ketidak berbahayaan smartphone, setidaknya kepada individu yang mungkin memiliki resiko lebih tinggi untuk mengembangkan perilaku yang berhubungan dengan kecanduan smartphone.

Masalah mengenai kecanduan smartphone tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru. Tapi beberapa temuan baru sekarang ini menimbulkan kekhawatiran baru. Karenanya perusahan besar seperti Google mengembangkan sebuah fitur yang diberinama Digital Wellbeing. Dimana fitur ini mampu digunakan untuk memantau para penggunaan smartphone oleh para penggunanya sendiri.

Selain untuk memantau penggunaan smartphone mereka, pengguna juga dapat menentukan batasan waktu untuk menggunakan sebuah aplikasi. Misalnya saat mengakses aplikasi YouTube dibatasi hanya sampai 1 jam saja dalam satu hari.

Selanjutnya setelah melewati batas watu tersebut, sistem akan secara otomatis menghentikan penggunaan aplikasi tersebut. Artinya, selama hari itu pengguna sudah tidak dapat lagi membuka aplikasi YouTube.

Walaupun begitu, pengguna juga dapat mematikan batasan waktu tersebut agar terus dapat mengakses aplikasi yang sebelumnya sudah dibatasi waktu penggunaanya.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *