Tuesday , March 26 2019
Home / The Lounge / Intermezzo / Negara Yang Blokir Facebook Dengan Alasan Konyol

Negara Yang Blokir Facebook Dengan Alasan Konyol

foto : Internet

Negara Yang Blokir Facebook Dengan Alasan Konyol

lebakcyber.net – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai negara yang blokir Facebook dengan alasan konyol. Siapa sih diantara kalian yang tidak mengenal Facebook? Pernah gak kepikiran kalau Facebook sampai di blokir di Indonesia?

wah jangan sampai hal tersebut terjadi ya, karena saya yakin diantara pembaca artikel ini pasti masih banyak yang menggunakan Facebook sampai sekarang.

Tapi tahukah kamu kalau di beberapa negara ini memblokir Facebook dengan berbagai alasan yang mereka miliki. Bahkan ada beberapa negara yang memutuskan untuk memblokir Facebook baik untuk sementara waktu atau selamananya karena alasan yang tidak masuk akal.

Berikut ini adalah beberapa negara yang blokir Facebook dengan alasan konyol.

Korea Utara

Sudah menjadi rahasia umum kalau Korea Utara merupakan negara paling tertutup di dunia, bahkan pemerintah Korea Utara menutup rapat-rapat penggunaan Facebook di negaranya.

Alasan utama mengapa Facebook di blokir adalah karena ditakutkan akan bermunculan komentar negatif dan fitnah kepada pemerintah dan Presiden Korea Utara.

Sekalipun mendapatkan izin spesial dari seseorang atau pemerintah Korea Utara untuk membuka Facebook dan kamu ketahuan, maka penjara dan hukuman yang berat siap menanti.

Israel

Sebenarnya sampai sekarang jejaring sosial Facebook masih dapat diakses di Israel, namun ada beberapa konten sensitif yang tidak dapat ditemukan di Israel.

Konten tersebut adalah konten yang berhubungan dengan perang Israel dan Palestina. Israel menganggap kalau konten tersebut adalah konten provokasi.

Tapi sayangnya keputusan Israel untuk memblokir konten-konten yang berbau Palestina sejak tahun 2016 lalu mendapat kecaman keras dari berbagai pihak termasuk Palestina sendiri.

Berdasarkan aktivis Palestina, pemblokiran konten-konten yang berbau perang yang dilakukan antara Israel dan Palestina ini sebenarnya memiliki tujuan untuk membungkam misi perdamaian dan tidak mau menunjukan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Tiongkok

Hampir semua produk asing yang masuk ke negara Tiongkok pasti akan diblokir oleh pemerintahnya. Bukan hanya Facebook, tapi Tionkok juga memblokir aplikasi berbagi pesan WhatsApp, jejaring sosial Twitter, Google bahkan Youtube juga tidak dapat diakses secara resmi di negara ini.

Tidak ada alasan yang jelas mengapa Tiongkok memblokir masal semua produk sosial media yang berasal dari luar negaranya selain karena alasan keamanan negara.

Sejak tahun 2009 lalu, jejaring sosial Facebook sudah tidak dapat diakses di Tionkok. Walaupun pada tahun 2013 sempat heboh kalau Facebook dapat dibuka di beberapa provinsi di Tiongkok, tapi sampai sekarang ini Facebook masih masuk kedalam daftar alamat situs yang diblokir oleh pemerintah Tiongkok.

Jerman

Jerman menjadi salah satu negara yang pernah memblokir Facebook atau lebih tepatnya menghapus beberapa konten di Facebook untuk sementara waktu antara tahun 2011 dan 2016.

Yang paling konyol terjadi pada tahun 2011 dimana saat Facebook dituduh sebagai dalang dari kerusuhan masal yang mengakibatkan 57 orang mengalami luka-luka.

Karena pada tahun 2011 tersebut ada seorang gadis dari Hamburg, Jerman yang secara tidak sengaja membuat undangan perayaan ulang tahun di Facebook untuk publik.

Akibatnya ada 1.600 orang yang berkumpul untuk merayakan ulang tahun gadis tersebut. Polisi setempat sampai kewalahan menghadapi kerumuman masa yang begitu banyak sampai akhirnya menuntut Facebook untuk memfilter konten undangan seperti itu.

Moroko

Sebenarnya tidak ada pemblokiran atau sensor masal di negara Maroko baik dalam waktu sementara ataupun selamanya. Tapi pada tanggal 5 Februari 2008 ada seorang pria bernama Fouad Mourtada ditangkap dan diamankan oleh Polisi Maroko selama 43 hari.

Hal tersebut karena Fouad Mourtada terbukti membuat sebuah akun palsu Pangeran Moroko yang bernama Prince Moulay Rachid of Morocco. Dan akun palsu tersebut digunakan untuk mencemooh calon Presiden Moroko.

Inggris

Pemerintah Inggris sempat beberapa kali melakukan pemblokiran dan juga sensor pada konten-konten yang dianggap merusak persatuan negara. Namun hal paling lucu dan aneh terjadi pada tahun 2011, dimana tepat satu hari sebelum pernihakahan Pangeran William dan Kate Middleton berlangsung, ribuan akun Facebook di blokir.

Banyak akun yang bermuatan politik yang berusaha untuk menyudutkan dan mungkin dianggap memanfaatkan momen pernikahan pangeran Willian dan Kate Middleton tersebut untuk melakukan kritik kepada pemerintah.

Beberapa akun lain yang berusaha untuk melakukan kritik kepada negara Inggris tersebut juga di blokir dan pemilik akunnya dimasukan kedalam sel penjara.

Mauritius

Bagian IT negara Mauritius sempat meminta paksa kepada para layanan penyedia jasa internet untuk melakukan proses pemblokiran kepada Facebook secepatnya pada tanggal 8 November 2007.

Mauritius panik dan berusaha meminta kepada Facebook untuk di shut down karena adanya sebuah akun palsu yang menggunakan nama Perdana Menteri negara tersebut.

Takut akan hal-hal kriminal yang tidak diinginkan karena akun palsu Perdana Menteri tersebutlah, Facebook sempat diblokir selama satu hari di negara tersebut. Namun keeseokan harinya Facebook dapat digunakan secara normal kembali.

Itulah beberapa negara yang blokir Facebook dengan alasan konyol dan mungkin bagi sebagian pembaca terasa aneh karena harus memblokir Facebook dengan contoh beberapa alasan seperti diatas.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *