Thursday , April 25 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Malware Di Android Manfatkan Situs Porno Untuke Jebak Korban

Malware Di Android Manfatkan Situs Porno Untuke Jebak Korban

foto : bt.com

Malware Di Android Manfatkan Situs Porno Untuke Jebak Korban

lebakcyber.net – Berdasarkan laporan baru yang dikeluarkan oleh pihak Kaspersky Lab yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan mengeluarkan informasi bahwa satu dari empat gadget Android terinfeksi malware yang ada di situs porno. Malware di Android Manfatkan situs porno untuk jebak korban saat mengunjungi situs porno tersebut.

Dikutip dari halaman CNBT, Pihak Kaspersky lab sendiri memprediksi ada sekitar 1,2 juta orang yang menggunakan perangkat berbasis Android sudah terkena dampak dari malware tersebut yang berasal dari situs porno palsu. Bahkan jumlah pengguna Android yang terkena malware tersebut mencapai 25% dari total 4,9 juta pengguna Android yang terserang malware pada tahun lalu.

Tim dari peneliti Kaspersky lab juga menemukan bahwa ada 23 tipe malware yang berbeda yang memang didesain untuk perangkat Android. Dari 23 jenis malware tersebut diantaranya adalah ransomware dan juga trojan yang membuat para korbannya berlangganan layanan palsu selanjutnya malware tersebut akan mengarah ke rekening para korbannya.

Bahkan ada kelompok hacker yang memanfaatkan aplikasi porno palsu untuk meraup uang sebesar USD 892 ribu atau sekitar (Rp. 11,9 miliar) dari lebih satu juta perangkat Android yang terkena malware tersebut.

Dari perangkat desktop sendiri, para peneliti dari Kaspersky Lab sudah menemukan lebih dari 300 ribu malware yang berasal dari website porno. Para pengunjung konten porno biasanya mengklik tautan yang berisi malware dan akhirnya perangkat yang mereka gunakan terinfeksi malware tersebut.

Kebanyakan masalah yang terjadi adalah setelah user mengklik iklan yang menuju kepada halaman website tertentu. Hal tersebut dapat menghasilkan uang bagi para pelaku penyerangan serta menguras daya baterai dan juga data seluler dari perangkat korban.

Tim Kasperky Lab juga mengatakan bahwa hal yang paling mengerikan dari ransomware yang ada di perangkat mobile adalah kemampuannya untuk memasang kode PIN pada gadeget secara acak, sehingga saat user menghapus trojan tersebut perangkat yang mereka miliki masih akan tetap terkunci.

Sejatinya konten yang berisi konten dewasa sudah tidak boleh lagi berada di Play Store. Pihak Google pun sudah mengakui bahwa mereka sudah menghapus lebih dari 700 ribu aplikasi yang telah melanggar peraturan yang ditentukan oleh pihak Google sejak tahun 2017 lalu.

Kebanyakan aplikasi yang membawa malware didalamnya muncul dari pihak ketiga diluar distributor resmi seperti Play Store. Walaupun mereka menyarankan agar user selalu menggunakan sumber resmi seperti Play Store untuk mendownload aplikasi yang mereka inginkan.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *