Tuesday , September 29 2020
Home » The Lounge » News » Main Game Online di China Wajib Gunakan Nama Asli

Main Game Online di China Wajib Gunakan Nama Asli

foto : China Briefing

Main Game Online di China Wajib Gunakan Nama Asli

lebakcyber.net – Main game online di China wajib gunakan nama asli. Saat membuat sebuah karakter baru didalam permainan game online, tidak jarang kalau para pemain menggunakan nama samaran yang menarik dan juga unik.

nama samaran tersebut yang nantinya akan menjadi identitas dari si pemain untuk membedakan karakter yang mereka miliki dengan pemain lainnya. Tapi para gamer yang berada di China tidak lagi bisa menggunakan nama samaran atau nickname saat bermain game online.

Feng Shixin yang merupakan Departemen Publisitas Komite Sentral Partai Komunis China mengatakan kalau game online yang melakukan operasinya di China wajib menerapkan sistem otentikasi yang nantinya akan dikelola secara langsung oleh pemerintah China.

Advertisements

Para gamer yang memainkan game online diwajibkan untuk mendaftar ke sistem milik pemerintah China tersebut sebelum memainkan sebuah game online. Nama asli yang didaftarkan kedalam sistem pemerintah tersebut juga nantinya akan dicocokan dengan ID atau identitas pemain didalam game.

Pemerintah China mengambil kebijakan tersebut diduga sebagai salah satu upaya untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan oleh para gamer baik itu anak-anak ataupun remaja saat memainkan game online.

Advertisements

Feng Shixin lebih lanjut juga menjelaskan kalau sistem baru tersebut nantinya akan mulai diterapkan oleh pemerintah China mulai bulan September yang akan datang.

tencent dan juga NetEase yang merupakan dua perusahaan gaming dari China diketahui sudah mulai menerapkan sistem otentikasi tersebut. Tapi sistem yang dimiliki oleh kedua perusahaan tersebut masih dikontrol secara langsung oleh mereka sendiri dan belum melibatkan campur tangan dari pemerintah China.

China sendiri memang dikenal sebagai salah satu negara yang memberikan aturan-aturan di industri game yang sangat ketat di negaranya. Misalnya saja beberapa waktu yang lalu, negara China mewajibkan para penerbit game untuk mengirimkan game yang mereka buat ke pemerintah pusat untuk dilakukan peninjauan sebelum dijual di negara tersebut.

Berdasarkan kebijakan tersebut, pemerintah China akhirnya berhasil memblokir kurang lebih 100 judul game yang beroperasi tanpa izin pada awal tahun 2020 lalu. Dan untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut, rencananya pemerintah China juga akan melakukan peningkatan pada regulasi pemblokiran yang selama ini sudah dijalankan.

Ditambah lagi dengan kebijakan untuk menggunakan nama asli sebagai nickname karakter yang ada didalam game menandakan kalau pemerintah China semakin khawatir mengenai kegiatan gaming yang beroperasi di negaranya.

Dikutip dari halaman The Register, pada tahun 2018 lalu saja pemerintah China sempat memberikan batasan waktu bermain game dan juga jumlah uang yang dapat dibelanjakan untuk melakukan transaksi didalam game bagi pemain yang masih dibawah umur.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *