Sunday , July 5 2020
Home » The Lounge » Sisi Gelap Internet » Luka Magnotta Si Pembunuh Kucing dan Manusia Demi Ketenaran

Luka Magnotta Si Pembunuh Kucing dan Manusia Demi Ketenaran

foto : National Post

Luka Magnotta Si Pembunuh Kucing dan Manusia Demi Ketenaran

lebakcyber.net – Luka Magnotta si pembunuh kucing dan manusia demi ketenaran. Luka Magnotta mungkin bisa dibilang sebagai pembunuh paling narsis yang pernah ada, dan gelar tersebut memang sepantasnya disempatkan kepada pria tersebut.

Pria yang berasal dari Kanada tersebut sudah melakukan pembunuhan dan merekam aksinya tersebut kepada dua ekor anak  kucing dengan cara memasukannya kedalam tas plastik udara, lalu menggunakan penyedot debut kedalam plastik berisi kedua anak kucing tersebut agar udara didalamnya habis dan akhirnya kedua anak kucing tersebut meninggal.

Selain itu dirinya juga membuat video kedua, dimana Luka Magnotta tersebut menenggelamkan anak kucing kedalam air secara terus menerus sampai akhirnya akan kucing tersebut meninggal.

Advertisements

Pada video ketiga, Luka Magnota membunuh anak kucing dengan cara memberikannya kepada seekor ular piton besar. Dan tentu saja insting dari ular piton tersebut pun akhirnya memakan anak kucing tersebut.

Semua video pembunuhan anak kucing tersebut dirinya upload ke situs Youtube dan tentu saja membuat para pecinta kucing menjadi sangat marah dan geram.

Advertisements

Dan puncaknya, pada tahun 2012 lalu, Luka Magnotta dengan tega membunuh dan memutilasi  temannya sendiri hanya untuk sebuah eksistensi dirinya.

Korban dari pembunuhan tersebut Lin Jun, seorang mahasiswa dari program pertukaran pelajar yang berasal dari China.

Luka Magnotta membunuh dan juga memutilasi korbannya tersebut dan mengirimkan potongan-potongan korbannya ke beberapa ruang publik dan juga kantor partai politik.

Sebulan setelah kejadian tersebut, beredar sebuah video yang diduga merupakan sebuah rekaman pada saat proses pembunuhan tersebut berlangsung. Dan akhirnya Luka Magnotta pun kabur dan meninggalkan Kanada serta menjadi buronan internasional.

Akhirnya, Luka Magnotta berhasil ditangkap saat dirinya berada di sebuah warung internet yang berada di Berlin, Jerman. Dimana saat itu dirinya sedang membaca artikel mengenai dirinya sendiri di internet.

Sebelumnya, dirinya juga sudah diburu oleh beberapa kelompok perlindungan hak asasi hewan. Karena Luka Magnotta sudah menyebarkan beberapa video saat dirinya membunuh beberapa anak kucing.

Luka Magnotta si pembunuh kucing dan manusia demi ketenaran
foto : National Post

Profil Luka Magnotta

Luka Magnotta terlahir dengan nama asli Eric Clinton Kirk Newman pada tanggal 24 Juli 1982 di Ontario, Kanada. Tapi pada tanggal 12 Agustus 2006 dirinya secara resmi mengganti namanya menjadi Luka Rocco Magnotta.

Dirinya sempat bekerja sebagai aktor pornografi yang karirnya tersebut sudah dimulai sejak tahun 2003. Dan pada tahun 2007, beredar kabar kalau Luka Magnotta memiliki hubungan dengan Karla Homolka, yang mana Karla Homolka merupakan seorang pembunuh yang sangat terkenal di Kanada. Dikutip dari halaman Toronto Sun, Luka Magnotta membantah semua kabar tersebut.

Tindakan Kriminal Lainnya

Luka Magnotta juga sempat melakukan berbagai tindakan kriminal lainnya, dan yang pertama adalah kasus penipuan. Pada tahun 2005, Luka Magnotta menyamar sebagai seorang wanita agar bisa mengajukan kredit dan dirinya membeli barang dengan nilai mencapai Rp. 140 juta.

Dirinya juga menerima hukuman bersyarat selama 9 bulan serta masa percobaan selama 12 bulan. Selanjutnya pada tahun 2020 dirinya mengupload sebuah video secara online yang diberi judul 1 boy 2 kittenns yang merupakan aksinya dalam membunuh beberapa anak kucing.

Pembunuhan Kepada Lin Jun

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Luka membunuh temannya sendiri yang bernama Lin Jun hanya untuk sebuah eksistensi dan agar membuat dirinya menjadi orang yang terkenal.

Dikutip dari halaman Times, peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2012. Pada saat itu, tepatnya tanggal 25 Mei 2012, sebuah video berjudul 1 Lunatic 1 Ice Pick banyak beredar di internet.

Video dengan durasi selama 11 menit tersebut memperlihatkan seorang pria yang tidak menggunakan busana apapaun atau telanjang yang sedang diikat di tempat tidur.

Dalam video tersebut, Luka Magnotta menikam Lin Jun berkali-kali dengan menggunakan sebuah pisau dapur dan sebuah obeng yang ujungnya sudah dimodif sedemikian rupa sehingga mirip dengan pemecah es.

Korbannya yang sudah berlumuran darah tersebut lalu dimutilasi dengan sangat sadis. Bahkan didalam video tersebut juga Luka Magnotta sempat mengambil sedikit potongan daging dari tubuh Lin Jun.

Laporang Menghilangnya Lin Jun

Pada tanggal 29 Mei 2012, polisi menerima laporan kehilangan. Lin Jun dilaporkan hilang oleh para teman-temannya dan Lin Jun terakhir terlihat pda tanggal 24 Mei 2020.

Berbarengan dengan laporan yang diterima oleh pihak kepolisian tersebut, ada sebuah paket yang berbau sangat busuk dan juga terdapat simbol hati berwarna merah diterima di kantor Partai Konservatif Kanada.

Ternyata paket tersebut berisi potongan kaki kiri korban. Paket lainnya yang juga berisi potongan tangan kiri korban dikirimkan ke kantor Partai Liberal Kanada melalui Canada Post.

Tidak lama setelah itu, akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan lokasi apartemen dimana tempat kejadian pembunuhan berlangsung. Dan ternyata apartemen tersebut juga menjadi apartemen dimana Luka Magnotta tinggal.

Tapi sayangnya apartemen yang sudah dipenuhi dengan darah dan juga senjata tersebut tidak ditemukan adanya keberadaan dari Luka Magnota.

Sampai akhirnya pada tanggal 5 Juni 2012, sebuah paket yang berisi potongan tangan kanan dan juga kaki kiri Lin Jun yang sudah membusuk dikirimkan kepada publik. Setelah ditelusuri, kedua paket tersebut dikirim dari Montreal, Kanada.

Akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan potongan kepala dari korban yang ditemukan di tepi danau kecil yang berada di Taman Angrignon Montreal seteah sebelumnya polisi menemukan sebuah telepon misterius.

Sebelum akhirnya Luka Magnota berhasil ditangkap di sebuah warung internet yang berada di berlin, Luka berhasil kabur ke Jerman dan juga Perancis. Dirinya akhirnya ditangkap saat sedang membaca artikel mengenai dirinya sendiri di internet.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *