Wednesday , November 13 2019
Home / The Lounge / Sisi Gelap Internet / Kisah Tragis Dibalik Video Deep Web Daisy Destruction

Kisah Tragis Dibalik Video Deep Web Daisy Destruction

Foto : Youtube

Kisah Tragis Dibalik Video Deep Web Daisy Destruction

lebakcyber.net – Setelah pada beberapa waktu lalu kita telah membahas mengenai beberapa kisah tragis dibalik video deep web seperti Lolivat Slave Toys, Jeff The Killer dan juga Red Room. Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu video dari deep yang tidak kalah menyeramnkannya, yaitu kisah tragis dibalik video deep web Daisy Destruction.

Mungkin kamu mengira kalau video deep web Red Room merupakan video yang paling sadis dan brutal karena karena video ini berisi tentang siaran langsung di internet dimana dalam video tersebut berisi penyiksaan para korban, dan para penontonnya bisa memilih ingin disiksa dengan cara apa para korban yang ada didalam video tersebut. Namun ternyata masih ada video dari deep web yang sangat tragis dan diluar akal sehat, yaitu video Daisy Destruction.

Video deep web daisy destruction sebenarnya hampir sama dengan video Red Room, namun di video ini yang menjadi korban adalah anak kecil yang memiliki usia antara 5 sampai 14 tahun. Biasanya para pelakunya mendapatkan korbannya dengan cara menculik atau mengadopsi anak-anak yang terlantar.

Advertisements

Korban anak kecil tersebut juga bermacam-macam, semua tergantung dari permintaan para orang-orang yang menontonnya. Ada yang diperkosa secara biasa, dicongkel matanya hidup-hidup, dimasukan binatang ke alat kelaminnya, dibakar alat kelaminnya, sampai dimutilasi hidup-hidup sampai korbannya menghadapi kematian.

Yang membuat video Daisy Destruction ini menjadi semakin mencekam adalah jeritan dari korban anak-anaknya dan juga wajah polos yang mereka miliki. Dengan wajah polosnya tersebut korban menjalani penyiksaan secara brutal selama berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu. Tidak jarang pula jika para korban yang masih anak-anak tersebut dipaksa untuk tetap tersenyum dan pura-pura senang saperti tertawa saat menghadapi siksaan.

Salah Satu Pelaku Yang Sudah Tertangkap

Peter Gerard Scully, salah satu pelaku pembuat video Daisy Destruction ini sempat menjadi buruan para agen FBI dan saat ini Peter Gerard Scully sudah tertangkap. Peter juga merupakan orang yang pernah membuat video Red Room.

Hal tersebut tentu saja membuktikan kalau video seperti Red Room dan juga Daisy Destruction masih ada sampai saat ini, dan tidak berhenti walau Peter sudah tertangkap. Karena tidak bisa dipungkiri kalau masih ada pelaku pembuat video Red Room dan juga Daisy Destruction lainnya diluar sana. Mungkin hal tersebut karena masih banyaknya peminat dari video-video seperti Red Room dan juga Daisy Destruction.

Video Deep Web Daisy Destruction.

Kalau kamu mencari video deep web Daisy Destruction di situs pencari google mungkin sudah agak susah sekarang ini. Video-video seperti tersebut mungkin telah terhapus karena dianggap terlalu sadis dan korbannya yang merupakan anak kecil. Namun dibawah ini adalah beberapa footage dari video deep web Daisy Destruction.

Advertisements

Itulah kisah tragis dibalik video deep web Daisy destruction. Memang benar-benar diluar akal sehat bagaimana mereka begitu tega menyiksa anak kecil yang masih dibawah umur tersebut hanya untuk medapatkan kesenangan. Membayangkannya saja sudah membuat hati ini ngilu, apalagi harus melihat videonya secara langsung dan menjadi saksi bagaimana anak-anak dibawah umur tersebut disiksa secara keji.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Check Also

Hal Mengerikan Yang Ada Didalam Deep Web

Hal Mengerikan Yang Ada Didalam Deep Web

Hal Mengerikan Yang Ada Didalam Deep Web lebakcyber.net – Siapa yang masih penasaran mengenai keberadaan …

2 comments

  1. Itu hoax kok gk ada yg di bunuh di daisy destruction, kalau pemerkosaan dan penyiksaan memang benar tapi tidak ada pembunuhan menurut info yg pernah melihat video tsb.
    Dan lagi red room pun hanya sebuah kebohongan saja

    • Red room itu ada kok, cuma kalo misal mau masuk buat nonton itu harus bayar dulu pake bitcoin baru bisa masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *