Sunday , October 25 2020
Home » The Lounge » Kabar Tekno » Hoax Virus Corona Serang Media Sosial

Hoax Virus Corona Serang Media Sosial

foto : liputan 6

Hoax Virus Corona Serang Media Sosial

lebakcyber.net – Hoax Virus Corona Serang Media Sosial. hoax menimpa wabah virus corona corona telah mulai ramai di media sosial. Perihal ini diduga jadi permasalahan serius untuk industri teknologi yang menyediakan layanan media sosial, seperti Twitter serta Facebook.

hoax merupakan musuh bersama. Di tengah usaha pemerintah menanggulangi virus corona dari apsek kedokteran, malah hoax memunculkan kepanikan serta rasa tidak percaya penduduk negeri terhadap usaha pemerintah. Dampaknya mereka yang wajib memberi tahu dugaan infeksi virus corona malah menjauh dan pesimistis.

Dilansir dari The Verge, laporan mengatakan kalau terdapat 13. 000 unggahan di Twitter serta Facebook di tanggal 24 sampai 27 Januari 2020 yang berisi propaganda alias hoax mengenai virus corona corona.

Advertisements

hoax yang ditemui sebagian besar merupakan mengenai teori virus corona yang awal mulanya merupakan senjata pemusnah massal. Sebuah hoax mengatakan kalau virus corona dicuri oleh Cina dari Kanada.

Bagaimana media sosial merespons? Dilansir dari Washington Post, Facebook telah bekerja sama dengan 7 organisasi untuk mengadakan fact check. Mereka melaksanakan pencarian terhadap hoax mengenai virus corona di media sosial yang di buat Mark Zuckerberg tersebut.

Advertisements

Twitter jua dilaporkan telah menelusuri tagar serta konten di dalamnya yang berkaitan dengan virus corona. Mereka serta berinisiatif mengarah penggunanya untuk mengecek tagar terikat yang diunggah oleh akun resmi Centers for Disease Control and Prevention, yang merupakan lembaga kesehatan Amerika Serikat yang ditunjuk menanggulangi wabah ini.

Laporan yang lain pula mengatakan kalau Google telah mengambil aksi yang sama pada pelayanan YouTube, masih dilansir dari The Washington Post. Algortitma pencarian video di dalamnya hendak menuju pengguna yang mencari konten terpaut virus corona ditunjukan ke sumber terpercaya.

Informasi penelusuran The Washington Post mengatakan terdapat suatu video yang telah ditonton lebih dari 430. 000 kali serta berisi konten mengenai asal mula virus corona corona yang diragukan kebenarannya.

Perihal ini kembali membuktikan sisi kurang baik dari internet. Kecepatan dari internet serta media sosial dalam menyebarkan data salah ataupun hoax ikut menyulitkan pemerintah dan regu kedokteran melangsungkan penindakan wabah virus corona.

Berikut berita hoax virus corona serang media sosial lainnya

1. Konspirasi senjata biologis

Klaim tidak berdasar yang lain yang sudah jadi viral online menyebut kalau virus corona itu merupakan bagian dari program senjata biologi rahasia Cina serta mungkin sudah bocor yang berasal dari Institut Virologi Wuhan.

Banyak laporan yang mendorong teori tersebut, tercantum 2 postingan Washington Times yang banyak dibagikan, yang keduanya melansir mantan perwira intelijen militer Israel yang mengeluarkan klaim tersebut.

Tetapi, tidak terdapat fakta yang diberikan untuk klaim dalam 2 postingan tersebut. Tidak hanya itu sumber Israel yang dilansir dalam laporan tersebut berkata kalau sepanjang ini tidak terdapat fakta ataupun gejala untuk menunjukkan ada kebocoran virus corona itu.

2. Regu mata- mata

Berita hoax yang lain yang pula tersebar, menghubungkan virus corona dengan penangguhan seorang peneliti di Laboratorium Mikrobiologi Nasional Kanada.

Ia merupakan pakar Virologi Dokter Xiangguo Qiu. Menurut laporan media Kanada CBC tahun lalu, ia, suaminya, serta sebagian muridnya dari Cina dikeluarkan dari lab menyusul kemungkinan” pelanggaran kebijakan. Walaupun begitu, Polisi Kanada disaat itu berkata kalau tidak terdapat ancaman terhadap keselamatan publik.

Sementara itu laporan tidak berdasar yang lain menyebut kalau Dokter Qiu sudah mendatangi Laboratorium Keamanan Biologi Nasional Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina 2 kali setahun sepanjang 2 tahun belakangan. Perihal itu disangka ada kaitan dengan penyebaran virus corona yang bermula di Wuhan akhir tahun lalu.

Rumor yang jua tidak berdasar yang lain yang menyebar di sosial media menyebut kalau Dokter Qiu serta suaminya merupakan” regu mata- mata”. Mereka disebut- sebut sudah mengirim patogen ke fasilitas Wuhan. Rumor yang sama menyebut kalau suaminya berspesialisasi dalam penelitian coronavirus corona.

Tetapi tidak satupun dari rumor- rumor tersebut mempunyai referensi yang resmi serta meyakinkan.

3. Video sup kelelawar

Semenjak virus corona corona mewabah serta mencuri atensi publik dunia, timbul spekulasi online tentang asal- usul virus corona tersebut. Salah satu spekulasi yang banyak diamini serta diyakini banyak pihak merupakan kalau virus corona tersebut bermula dari kebiasaan masyarakat Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona, yang gemar makan sup kelelawar.

Diperburuk lagi oleh banyaknya video yang tersebar yang menampilkan masyarakat Cina makan sup kelelawar.

Salah satu video yang viral tersebut menampilkan seseorang perempuan Cina tersenyum sambil memegang kelelawar utuh yang dimasak dengan sup. Perempuan itu berkata kalau kelelawar itu sangat lezat serta rasanya serupa daging ayam.

Video itu memicu banyak kecaman serta banyak pengguna sosial media yang menyalahkan kebiasaan makan sup kelelawar dengan terciptanya virus corona.

Seperti dikabarkan oleh BBC, sesudah diusut, diketahui kalau video itu tidak direkam di Wuhan ataupun daerah yang ada di Cina.

Si perempuan dalam video itu merupakan blogger terkenal bernama Wang Mengyun. Ia merekam video itu pada awal tahun 2016 sepanjang perjalanannya ke Palau, yakni suatu kepulauan di Samudra Pasifik barat.

Video itu jadi sorotan di media sosial baru- baru ini sesudah permasalahan virus corona timbul di Wuhan akhir tahun kemudian.

Mengenali suasana tersebut, Mengyun memohon maaf serta berkata kalau ia cuma berupaya menghadirkan kehidupan orang- orang lokal lewat videonya pada dikala itu.

4. Corona merupakan wabah yang direncanakan

Dikala Amerika Serikat mengkonfirmasi permasalahan awal dari virus corona corona minggu kemudian, sebagian dokumen mulai tersebar di Twitter serta Facebook yang sekilas tampaknya menampilkan kalau banyak pakar sudah mengenali virus corona selama bertahun- tahun lalu.

Salah satu pengguna awal yang mengemukakan dugaan ini merupakan YouTuber Jordan Sather yang sering mengangkat soal mengenai teori konspirasi.

Dalam utas panjang di Twitternya, ia memberikan tautan ke paten tahun 2015 yang diajukan oleh Pirbright Institute di Surrey, Inggris, yang berdialog tentang pengembangan model yang lebih lemah dari virus corona untuk potensi pemanfaatan sebagai vaksin buat menghindari ataupun menyembuhkan permasalahan pernapasan.

Tautan yang sama pula sudah banyak tersebar di Facebook, paling utama dalam kelompok konspirasi serta anti- vaksinasi.

Tidak hanya itu, Sather mengangkat kebenaran kalau yayasan miliki miliarder Bill Gates, yaitu Bill& Melinda Gates Foundation merupakan donor buat Pirbright dalam pengembangan vaksin. Ia menebak kalau virus corona yang mewabah dikala ini terencana dibuat untuk menarik dana untuk pengembangan vaksin.

” Serta berapa banyak dana yang sudah diberikan Gates Foundation buat program vaksin sepanjang bertahun- tahun? Apakah pelepasan penyakit ini direncanakan? Apakah media digunakan buat menghasut ketakutan di sekitarnya?” tulis Sather.

Tetapi BBC memuat kalau paten Pirbright bukan untuk coronavirus corona baru, melainkan mencakup virus corona bronkitis infeksi pada unggas, yaitu anggota keluarga coronavirus corona yang lebih luas yang menginfeksi unggas.

Ada pula spekulasi tentang Yayasan Bill& Melinda Gates, juru bicara Pirbright Teresa Maughan berkata kepada Buzzfeed News kalau pekerjaan eksklusif lembaga itu dengan virus corona bronkitis infeksius tidak didanai oleh yayasan tersebut.

5. Video” perawat” Wuhan

Semenjak mewabahnya virus corona, banyak video yang tersebar di sosial media yang mengklaim menujukan suasana di Wuhan serta Cina. Salah satu video yang tersebar diklaim diambil oleh dokter ataupun perawat di provinsi Hubei, Cina.

Perempuan yang dalam video itu diprediksi merupakan seseorang perawat di rumah sakit Wuhan. Tetapi, ia sama sekali tidak mengaku sebagai perawat ataupun dokter dalam video itu. Sehingga, tampaknya ini cumalah anggapan dari pihak yang sudah mengunggah berbagai tipe video ke media sosial.

Perempuan itu, yang tidak mengidentifikasi dirinya, menggunakan baju pelindung di lokasi yang tidak dikenal. Tetapi, setelan serta topengnya tidak sesuai dengan yang dikenakan oleh staf medis di Hubei.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *