Monday , July 22 2024

Hacker Peretas Akun Elon Musk dan Obama Dipenjara

Foto : Twitter

Hacker Peretas Akun Elon Musk dan Obama Dipenjara

lebakcyber.net – Hacker Peretas Akun Elon Musk dan Obama Dipenjara. Pengadilan federal New York memberikan hukuman selama lima tahun penjara kepada seorang hacker bernama James O’Connor. Keputusan tersebut berhubungan dengan aksi peretasan yang dilakukan oleh James pada bebera akun twitter yang dimiliki oleh beberapa orang terkenal seperti Barrack Obama, Bill gates dan juga Elon Musk.

Keputusan dari hukuman tersebut diambil setelah O’Connor memberikan pengakuan kepada 4 tuduhan peretasan komputer. James yang berusia 24 tahun tersebut juga telah menyetujui untuk membayar uang dengan jumlah USD 794 ribu atau sekitar 11,9 miliar rupiah kepada para korbannya.

Jaksa mengatakan bahwa dengan menggunakan kemampuan teknologi yang canggih dengan tujuan untuk melakukan tindak kejahatan, melakukan serangan dengan teknik SIM swap yang cukup rumit yang digunakan untuk mencuri kripto dalam jumlah yang besar, melakukan peretasan pada beberapa akun Twitter, menyusup ke komputer agar bisa mengambil alih akun media sosial dari korbannya dan melaukan pengintaian kepada dua korban dan juga korban minor.

Dikutip dari halaman Tech Crunch menuliskan kalau James O’Connor menggunakan teknik rekayasa sosial dengan menggunakan telepon. Dengan begitu dirinya dapat mengelabui seorang pegawai Twitter agar memberikan akses kepada grupnya agar bisa masuk kedalam jaringan twitter.

Tindakan peretasan yang dia lakukan itu terjadi pada tahun 2020. Dimana saat itu James dan grupnya berhasil membobol lusinan akun yang memiliki profil tinggi dengan cara menyebarkan penipuan dengan menggunakan modus agar cepat kaya dengan menggunakan kripto.

Pada tahun 2020 itu, timeline pada Twitter dipenuhi dengan penipuan dengan menggunakan akun dari tokoh terkenal. Akibat dari kejadian tersebut, pihak Twitter harus melakukan pemblokiran kemampuan pengguna untuk mengupload sebuah postingan.

Berdasarkan informasi yang didapat dari catatan blockchain publik, penipuan tersebut sudah berhasil mendapatkan uang sebesar USD 120 ribu atau sekitar 1,8 miliar rupiah.

Departemen Layanan Keuangan New York yang melakukan investigasi mengatakan kalau Twitter dianggap tidak mempunyai sistem perlindungan keamanan siber yang kuat. Lembaga tersebut berhasil menemukan kalau hacker bisa masuk dengan cara memanggil pegawai Twitter serta mengaku kalau mereka adalah bagian dari departemen IT perusahaan Twitter tersebut.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *