Sunday , September 27 2020
Home » The Lounge » News » Dana dan Ovo Sepakat Merger

Dana dan Ovo Sepakat Merger

foto : ekrut

Dana dan Ovo Sepakat Merger

lebakcyber.net – Dana dan Ovo sepakat merger. Dua buah startup di bidang fintech Indonesia, yaitu Dana dan Ovo dikabarkan sudah bersepakat untuk menggabungkan kedua perusahaannya atau melakukan merger.

Penggabungan dari dua perusahaan tersebut kabarnya dilakukan agar dapat menggeser dominasi GoPay dalam hal pembayaran secara digital.

Kabar tersebut dikatakan oleh salah seoranga sumber terdekat yang identitasnya tidak ingin diketahui. Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Minggu (14/06/2020), merger dari kedua perusahaan tersebut dilakukan untuk dapat mengurangi strategi “bakar uang”.

Advertisements

Berdasarkan sumber, walau sudah disepakati, penandatanganan kesepakatan tersebut harus mengalami penundaan karena pandemi dari Covid-19 yang sekarang ini sedang melanda Indonesia.

Sekarang ini kedua perusahaan tersebut kabarnya masih dalam tahap membahas beberapa rincian bisnis mereka ke depannya. Waktu dan syarat mengenai kesepakatan tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Advertisements

Sebagai informasi tambahan, Dana, Ovo dan juga GoPay merupakan tiga pemain besar di pasar fintech Indonesia sekarang ini. Ketiga perusahaan tersebut didukung oleh pemodal asing yang juga memiliki reputasi yang sangat besar.

Ovo sendiri adalah bagian dari Softbank Group yang didukung oleh Grab Holding Inc. Sedangkan Dana sendiri didukung oleh afiliasi dari Alibaba Group Holding Ltd.

Sementara untuk GoPay sendiri adalah bagian dari GoJek yang memiliki modal dari beberapa pemodal besar seperti Paypal, Djarum, sampai Facebook inc.

Kalau selesai, artinya kesepakatan penggabungan kedua perusahaan tersebut juga bisa membantu Grab agar dapat bersaing dengan Gojek di pasar Indonesia, khususnya dalam hal layanan pembayaran secara digital.

Pada bulan Februari lalu, berdasarkan hasil studi dari lembaga riset pasar Ipsos, pangsa pasar dari GoPay sendiri diketahui masih sangat dominan di Indonesia.

GoPay sendiri sekarang ini menjadi dompet digital yang sangat diminati. Ada sekitar 58 persen peminatnya di Indonesia, sedangkan Ovo hanya 29 persen dan Dana sebesar 9 persen. Untuk LinkAja hanya mendapat 4 persen.

Sinta Setyaningsih selaku Head of Public Relations Ovo menanggapi hal tersebut dengan mengatakan kalau pihaknya sampai sekarang ini masih belum dapat memberikan pernyataan yang berhubungan dengan kabar yang beredar tersebut.

Dikutip dari halaman kontan.co.id, dirinya menambahkan bahwa sekarang ini pihaknya masih belum dapat memberikan tanggapan mengenai rumor yang beredar.

Rencana merger antara Ovo dan Dana yang kabarnya sudah terdengar sejak tahun 2019 lalu. Kesepakatan dari keduanya akan mengakhiri proses negosiasi yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan lamanya.

Afiliasi keuangan Alibabab, Ant Financial yang menjadi salah satu sponsor dari Dana pada awalnya tidak ingin menyerahkan kendali bisnis perusahaan tersebut.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *