Thursday , September 19 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Cerita Bill Gates Bocah di Mata Sang Ayah

Cerita Bill Gates Bocah di Mata Sang Ayah

Foto : geekwire.com

Cerita Bill Gates Bocah di Mata Sang Ayah

lebakcyber.net – Para ayah tentu bangga jika buah hatinya sukses. Apalagi ayah yang satu ini, di mana anaknya menjadi orang terkaya sekaligus dikenal dermawan. Perkenalkan, dia adalah William Henry Gates dan berikut adalah cerita bill gates bocah di mata sang ayah sewaktu Bill Gates masih anak anak dan belum menjadi orang terkaya didunia seperti sekarang ini.

William Henry Gates, ayah dari Bill Gates pendiri Microsoft yang saat ini masih menjadu orang terkaya didunia dengan harta mencapai USD 90 miliar. Di usianya yang sudah 91 tahun, William masih sehat dan ikut serta bekerja dan mengurusi mengurusi yayasan Bill & Melinda Gates Foundation. Dia menceritakan kisah menarik saat membesarkan Bill Gates.

Seperti apa Bill Gates semasa kecil?

Bill Gates menyukai hampir semua jenis buku, ensiklopedia, sains fiksi, Anda sebut saja. Aku senang anakku ini keranjingan membaca, namun dia memang membaca terlalu banyak sampai sampai ibunya dan aku membuat peraturan, Bill tidak boleh membaca buku saat di meja makan.

Cita cita Bill Gates Sewaktu Kecil?

Sebagai bagian dari pekerjaan rumah di kelas lima, Bill harus mengisi daftar tentang ingin jadi apa kalau sudah besar. Ada pilihan seperti dokter, pemadam kebakaran atau koboi. Siswa diminta hanya memilih satu. Bill menyilang astronot, tapi dia juga menulis ilmuwan.

Ketika tumbuh besar, dia sangat ingin tahu tentang bagaimana dunia ini bekerja dan punya ide sendiri soal bisnis, kehidupan, hubungan internasional, dan seperti apakah masa depan. Waktu itu, sulit bagiku meyakini kalau anak ini suatu hari akan menjadi bosku, tapi itu terjadi sekarang karena sekarang saya bekerja di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation yang merupakan salah satu yayasan milik Bill Gates.

Kapan pertama kali Bill Gates Mengenal komputer?

Saat masih kecil. Kesempatan datang di sekolahnya ketika para ibu mengumpulkan uang untuk membayar sebuah perangkat yang terkoneksi komputer melalui sambungan telepon. Tujuannya agar guru menggunakannya, tapi mereka melakukan beberapa kesalahan dan malah takut memakainya. Bill masuk dalam sebuah grup siswa matematika dan diundang menggunakan sistem itu dan dia mempelajari cara kerjanya. Saat 13 tahun dia sudah gandrung dengan komputer.

Pekerjaan Bill Gates sebelum kuliah?

Ketika SMA, Bill sempat bekerja di power plant di North Bonnevile, Washington sebagai Programmer. Aku dan ibunya sudah bicara pada kepala sekolahnya dan kami semua setuju kalau pekerjaan itu adalah cara praktis mempraktekkan keterampilanyang dimiliki Bill Gates. Bill mengatakan padaku kalau dia dan Paul Allen, yang bekerja bersamanya, bangun sampai malam untuk mengerjakan kode sistem manajemen kelistrikan.

Bagaimana perasaan Anda ketika dia mau drop out dari Harvard?

Aku tak bisa mengatakan kalau aku tidak khawatir. Tapi aku memang bukan faktor besar dalam keputusannya itu. Bill memiliki ide sendiri soal bagaimana dia ingin mencapai tujuannya dan bisnis komputer yang dia dirikan bersama Paul Allen sangat membuatnya sibuk. Menjadi drop out kuliah jelas tidak diinginkan aku dan istriku terjadi pada anak kami, tapi Bill sepertinya tahu apa yang dia lakukan.

Bagaimana Bill menjadi dermawan?

Istriku meyakini perkataan siapa banyak memberi akan banyak menerima. Dari awal, dia menanamkan nilai itu sebagai hal penting di keluarga. Nah, ketika Bill dan Melinda semakin makmur berkat Microsoft, Bill menerima banyak surat permintaan bantuan. Tapi masih sulit bagi mereka membagi waktu karena harus membesarkan keluarga dan menjalankan Microsoft.

Rencana mereka adalah serius soal filantropi ketika Bill sudah pensiun dari Microsoft. Hal itu berubah ketika istriku Marry sakit kanker dan meninggal di 1994 dan aku pensiun sebagai pengacara. Beberapa bulan kemudian, aku mengatakan kalau mungkin aku bisa membantu mereka soal aktivitas kemanusiaan. Kupikir itu akan jadi pekerjaan menyenangkan bagiku.

Seminggu kemudian, Bill mengatakan kalau akan mendirikan yayasan dengan modal awal USD 100 juta. Aku kaget dan bangga. Tak lama kemudian, aku menulis cek sumbangan pertama sebesar USD 80 ribu untuk program mengatasi kanker.

Itulah kisah menarik cerita Bill Gates bocah di mata sang ayah.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *