Friday , August 23 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Buzzer Politik di Masa Tenang Bisa Kena Pidana

Buzzer Politik di Masa Tenang Bisa Kena Pidana

foto : politik today

Buzzer Politik di Masa Tenang Bisa Kena Pidana

lebakcyber.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan juga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah menyepakati bahwa Buzzer politik di masa tenang bisa kena pidana jika mempromosikan kandidat atau partai politik tertentu di masa tenang pemilu 2019.

Kebijakan tersebut juga sudah disepakatai antara Kominfo dan Bawaslu pada Sabtu (13/04/2019). Sementara itu, masa tenang pemilu 2019 sudah ditentukan berlaku mulai tanggal 14 – 16 april 2019.

Direktur Jendral Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pelanggaran buzzor politik sama halnya dengan iklan kampanya yang sudah ditetapkan aturannya.

Semuel mengatakan “Kita samakan perlakuannya. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Bawaslu kemarin bahwa selama masa tenang, Buzzer dilarang untuk berkampanye atau mempromosika (di media sosial)”.

Bukan hanya buzzer politik yang terdaftar, ketetapan tersebut juga berlaku bagi buzzer lainnya yang tidak terdaftar. Artinya mereka dihimbau untuk menghentikan kampanye selama masa tenang pemilu 2019 berlangsung.

“Oh. iya semuanya, setiap orang, apalagi yang terdaftar. Setiap orang yang berkampanye atau mempromosikan terhadap calon-calon tertentu, itu yang akan kami tindak,” ujarnya.

Sanksi yang diberikan kepada buzzer politik jika didapati masih melakukan aktivitas di masa tenang ini, Kominfo akan menindaknya, mulai dari pemblokiran akun di media sosial sampai pidana yang dalam hal ini urusannya diserahkan kepada Bawaslu dan Kepolisian.

“Ada sanksi bagi yang melanggar, yaitu sanksi administrasi. Misalnya, ada yang kedapatan berkampanye di media sosial, kita akan take down postingannya, kalau masih terus dilakukan akunnya bisa di suspend. Ada juga sanksi pidana, kalau ini urusannya ada di Bawaslu dan Kepolisian,” tambahnya.

Selain buzzer politik, larangan untuk berkampanye di masa tenang ini juga berlaku bagi peserta dan partai politik.

Berdasarkan peraturan KPU sendiri (PKPU) 23/2018, selama masa tenang peserta pemilu pada intinya dilarang melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun. Masa tenang berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Pemilu 2019 jatuh pada hari Rabu tanggal 17 April.

Masa kampanye peserta pemilu 2019 sendiri sudah dimulai sejak bulan September 2018. Terhitung sampai April 2019, para peserta pemilu, yaitu capres dan cawapres serta caleg DPR/DPRD/DPD berkampanye selama 7 bulan.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *