Thursday , February 22 2024

Bjorka Diduga Gunakan Bocoran Data Lama PeduliLindungi

foto : istimewa

Bjorka Diduga Gunakan Bocoran Data Lama PeduliLindungi

lebakcyber.net – Bjorka Diduga Gunakan Bocoran Data Lama PeduliLindungi. Selama beberapa hari ini Indonesia dihebohkan oleh sosok hacker bernama Bjorka yang berhasil menyebarkan data pribadi warga Indonesia, termasuk didalamnya juga terdapat beberapa nama dari pejabat tinggi Negara.

Adapun data pribadi yang disebarkan oleh Bjorka tersebut berisi Nama, Nomor Telepon, Nik, Jenis Kelamin, Nomor KK, tempat lahir, alamat, pendidikan terakhir, pekerjaan sampai golongan darah. Namun ciri khas dari data yang dibocorkan adalah selalu adanya data mengenai sertifikat vaksin.

Alfons Tanujaya selaku pakar keaman siber menduga kalau dari data yang dibocorkan tersebut berasal dari aplikasi PeduliLindungi, Alfons berpendapat hanya dengan menggunakan NIK dan juga nama lengkap, sebelumnya data PeduliLindungi tersebut sudah dapat diakses.

Advertisements

Alfons juga berasumsi kalau data yang dicuri tersebut adalah data lama, kemungkinan data yang berasal dari tahun 2021. Pendapat tersebut muncul karena sekarang ini data yang ada pada aplikasi PeduliLindungi sudah mulai diproteksi.

Alfons menjelaskan kalau sekarang data dari aplikasi PeduliLindungi telah diproteksi. Jadi kalau mau melihat sertifikat harus menjadi member terlebih dahulu, lalu memasukan email dan kredensial. Kalau di versi sebelumnya pengguna hanya perlu memasukan Nik dan juga nama lengkap saja agar bisa mengakses data PeduliLindungi.

Alfons sendiri berpendapat kalau ada sisi positif dibalik bocornya data warga Indonesia dan juga beberapa nama pejabat Negara didalamnya yang dibocrokan oleh Bjorka. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan pemerintah menjadi lebih sadar untuk mulai melakukan proses proteksi data yang menurut Alfons selama ini masih seenaknya saja diumbar ke publik.

Advertisements

Alfons yang merupakan pakar keamanan siber dari Vaksincom mengatakan kalau seharusnya hal ini dilakukan pada awal-awal sebagai standar dari keamanan. Namun mungkin karena dianggap yang paling penting adalah implementasi aplikasi serta kebijakan terlebih dahulu, baru keamanan. Hal tersebut juga dirinya merasa setuju namun jangan sampai keenakan, karena kalau darurat paling 1 sampai 3 bulan setelah itu segera untuk dibereskan mengenai masalah keamanan pada sebuah sistem atau aplikasi.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *