Sunday , December 8 2019
Home / The Lounge / Kabar Tekno / Ada Celah Keamanan di Aplikasi Telegram

Ada Celah Keamanan di Aplikasi Telegram

Foto : CallBell

Ada Celah Keamanan di Aplikasi Telegram

lebakcyber.net – Ada celah keamanan di aplikasi Telegram. Belakangan ini aplikasi berbagi pesan WhatsApp ramai dibicarakan karena adanya kasus peretasan dengan menggunakan spyware Pegasus yang dibuat oleh NSO Group.

Berdasarkan informasi, ada sekitar 1.400 pengguna yang merupakan tokoh pubik, akademisi dan juga jurnalis yang menjadi serangan akibat peretasan WhatsApp tersebut.

Karena hal tersebut, mungkin sebagian orang memilih untuk menggunakan aplikasi berbagi pesan lainnya yang dinilai lebih aman dengan enkripsi tambahan seperti Signal dan juga Telegram.

Advertisements

Namun ternyata hadirnya enkripsi tidak bisa dikatakan seratus persen menjamin aplikasi tersebut aman dari ulah peretas. Saat ada kerentanan dan peretas berhasil mengetahui dan dapat mengaksesnya, peretas bisa menyelinap kedalam sistem operasi smartphone dan data pribadi penggunanya.

Aplikasi berbagi pesan Telegram sendiri menerapkan enkripsi untuk fitur secret Chat mereka. Dan fitur tersebut dienkripsi dengan lapisan keamanan ekstra, walaupun tidak dapat dikatakan seratus persen aman.

Hasil Penelitian Tim MIT

Informasi tersebut didapat pada sebuah laporan riset dari peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Seperti dikutip pada halaman LiveMint, peneliti tersebut menemukan kalau Telegram sudah menggunakan protokol keamanan bernama MTProto yang tidak diawasi oleh kriptografer dari luar.

Advertisements

Telegram selanjutnya menggunakan media penyimpanan berbasis komputasi awan untuk data mereka.

Penelit MIT, Hayk Saribekyan dan juga Akaki Margvelashvili mengatakan “Artinya kalau ada pihak yang dapat mengakses kedalam sistem peladen Telegram, mereka dapat mengakses pesan yang tidak terenkripsi dan juga seluruh metadatanya”.

Dapat Mengakses Data Pengguna

Telegram sendiri meminta izin kepada para pengguna agar dapat mengakses daftar kontak dari smartphone dan menyimpannya di peladen. Peneliti menambahkan “Hal tersebut memberikan informasi jaringan sosial yang dapat diserang di peladen mereka dan dapat dijual kepada otoritas tanpa persetujuan pengguna”.

Menurut keduanya, saat pengguna menggunakan fitur Secret Chat yang ada pada Telegram untuk melakukan komunikasi, aplikasi mobile Telegram memungkinkan bagi pihak ketiga untuk dapat melihat informasi metadata.

Tim Penelit MIT juga menambahkan “Misalnya, peretas dapat mempelajari kapan pengguna online ataupun offline. Telegram tidak menerapkan persetujuan dari kedua pihak agar mengatur komunikasi. Karena alasan tersebut, penyerang dapat terhubung ke pengguna dan juga mendapatkan informasi metadata tanpa diketahui oleh penggunanya sendiri”.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Check Also

Apple Mulai Blokir Update Aplikasi Telegram

Apple Mulai Blokir Update Aplikasi Telegram

Apple Mulai Blokir Update Aplikasi Telegram lebakcyber.net – Setelah pihak Rusia yang mencoba untuk melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *