Home / The Lounge / Kabar Tekno / Ada bug di MacOS

Ada bug di MacOS

Ada bug di MacOS

Ada bug di MacOS

lebakcyber.net – Ada bug di MacOS. Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan yang dilakukan oleh tim intelijen ancaman Microsoft, mereka menemukan adanya celah pada keamanan di sistem operasi macOS.

Setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, bug tersebut dapat terjadi pada tools pencarian Spotlight yang memberikan izin kepada pengguna yang tidak dikenal untuk mengakses data pribadi.

Masalah utamanya adalah Spotlight yang memiliki potensi untuk menjebol sistem perlindungan data pribadi yang dimiliki oleh Apple atau yang dikenal juga dengan istilah TCC (Transparency, Consent and Control).

Plugin Spotlight sendiri memang merupakan suatu komponen yang berharga yang bisa membantu untuk melakukan proses pencarian indeks aplikasi yang ada didalam sandbox environment.

Celah keamanan tersebut bisa memudahkan penyerang untuk melakukan proses eksploitasi plug in yang ada pada sistem Spotlight.

Microsoft bersama dengan tim penelitinya berhasil menemukan cara untuk melakukan manipulasi plugin yang dibuat dengan fitur kecerdasan buatan bisa mendapatkan akses kepada cached data.

Dikutip dari halaman Ubergizmo, beberapa ancaman yang bisa saja terjadi karena adanya celah plugin tersebut diantaranya adalah :

  • Kebocoran metadata dari foto dan video.
  • Kebocoran lokasi yang akurat.
  • Kebocoran data perekaman wajah pada fitur face recognition.
  • Kebocoran history pencarian
  • Kebocoran ringkasan data buatan AI
  • Kebocoran preferensi dan data pengaturan pengguna

Sekarang Amankah Data Pengguna?

Walaupun hasil temuan Microsoft tersebut dilaporkan secara serius, pihak Microsoft mengatakan kalau kerentanan akan terjadinya proses pembobolan tersebut belum dieksploitasi oleh para penjahat siber secara terus menerus.

Microsoft juga telah melaporkan hasil temuannya tersebut kepada pihak Apple agar mereka segera bisa menangani masalah tersebut dengan cepat.

Pihak Apple sendiri sudah merilis perbaikan pada macOS 15.4 dan juga sistem operasi iOS 18.4 pada bulan Maret 2025 lalu agar bisa meningkatkan keamanan untuk data pribadi penggunanya.

Berdasarkan dokumentasi keamanan Apple, cara kerja dari sistem keamanan tersebut memiliki fokus kepada peningkatan sistem agar bisa menangani suatu jenis data tertentu agar bisa membantu untuk memastikan pengontrolan yang lebih ketat kepada suatu plugin.

Selain perbaikan yang dilakukan pada fitur Spotlight, pihak Apple juga terjun langsung dalam melakukan validasi kerentanan untuk tautan simbolik serta manajemen sistem negara.

Intinya, kejadian ini menunjukan kalau sangat penting agar para perusahaan saling berkolaborasi agar bisa saling memberikan peringatan jika ditemukan adanya ancaman keamanan yang tidak terpantau, khususnya untuk platform yang memiliki support untuk machine learning dan juga kecerdasan buatan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *