Home / The Lounge / Kabar Tekno / AI Miliki Kesadaran Atau Tidak

AI Miliki Kesadaran Atau Tidak

AI Miliki Kesadaran Atau Tidak

AI Miliki Kesadaran Atau Tidak

lebakcyber.net – AI Miliki Kesadaran Atau Tidak. Pertanyaan yang paling banyak mengenai AI adalah, apakah kecerdasan buatan memiliki kesadaran? Lalu ada lagi pertanyaan lainnya, apakah kita tahu kalau AI sudah sadar?

Sekarang sudah semakin banyak pihak berwenang dan juga pemerintah yang menyerukan mengenai pengujian yang kuat agar dapat melakukan pengukuran atau proses pendeteksian kesadaran buatan. Di saat yang sama, sains sudah membuat kemajuan yang cukup signifikan dalam hal pengembangan alat yang bisa mengukur kesadaran.

Hal tersebut membuat bobot pada gagasan kalau pertanyaan mengenai kesadaran baik itu pada spesies non-manusia ataupun mesin bisa dijawab dengan proses penelitian empiris dan juga ilmia, bukan spekulasi ataupun intuisi.

Dikutip dari IFL Science, ada pandangan yang sangat berbeda. Pada satu sisi, ada pendukung kecerdasan buatan yang percaya kalau jenis kecerdasan buatan yang tepat bisa mencapai tahap kesadaran, menurut mereka, kesadaran hanyalah sebuah pola pada perangkat lunak. Bahkan di otak sekalipun dimana perangkat lunak tertanam dalam perangkat basah. Kalau kamu bisa membuat perhitungan yang tepat, kamu dapat menciptakan kesadaran.

Ada juga yang skeptis yang melihat kesadaran sebagai sesuatu yang terdiri dari materi biologis, seperti zat kimia dan juga neuron. Orang-orang itu memiliki pendapat kalau tanpa materi organik tersebut, kecerdasan buatan tidak akan bisa mencapai kesadaran sejati walau keterbatasannya menjadi lebih canggih.

Penjelasan Ahli

Tom McClelland yang merupakan filsuf dari University of Cambridge mempercayai pendukung kecerdasan buatan dan skeptis sama-sama menembak. Tanpa adanya kejelasan yang mendalam mengenai kesadaran, upaya untuk melakukan penilaian mengenai kemungkinan kesadaran buatan menemui jalan buntu epistemik.

Tom mengatakan kalau pendekatan dominan kepada AI baik yang mendukung ataupun yang skeptis bisa melompati jalan buntu epistemik tersebut dan dengan begitu mengkompromikan prinsip evidensialis yang mereka klaim untuk di pertahankan.

Tom juga menambahkan kalau ketidaktahuan kita mengenai kesadaran tersebut memiliki implikasi yang lebih luas. Hal tersebut menciptakan dilema moral terhadap pengembangan di masa yang akan datang. Masalah tersebut pada dasarnya bermuara pada hubungan antar kepekaan dan kesadaran.

Contohnya mobil yang bisa mengemudi sendiri bisa disebut memiliki suatu bentuk kesadaran karena kecerdasan buatan yang ada pada mobil tersebut memiliki kesadaran akan dunia yang ada disekitarnya dalam kaitan dengan dirinya sendiri.

Walaupun kecerdasan buatan tersebut tidak memiliki pikiran mengenai tujuan. Kalau kita mengklasifikasikan itu sebagai suatu kesadaran, itu bukanlah kesadaran yang harus diperhatikan secara moral karena halnya sangat terbatas.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *