Tuesday , July 17 2018
Home / The Lounge / Sisi Gelap Internet / 50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor

50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor

foto : rt.com

50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor

lebakcyber.net – Ada lebih dari 50 juta data pengguna Facebook bocor dan dicuri oleh firma analisis data, Cambridge Analytica. Dimana firma tersebut bekerja untuk melakukan kampanye pemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serika tahun 2016 lalu.

Bukan hanya Cambridge Analytica, ternyata data para pengguna Facebook juga ada didalam arsip Strategic Communication Laboratories (SCL), dimana keduanya merupakan perusahaan yang saling berafiliasi satu sama lain.

Cambridge Analytica dan juga SCL didugan mendapatkan data para pengguna Facebook dari peneliti pihak ketiga bernama Aleksandr Kogan. Aleksandr Kogan sendiri merupakan seorang pekerja di Global Science Research dan kerap menghadirkan survei mengenai kepribadian yang tersebar masif di Facebook.

Kogan sendiri telah mengumpulkan respons mengenai pengguna atas survei dan kuis Facebook sejak tahun 2015 lalu, dengan menggunakan aplikasi buatannya yang bernama “thisisyourdigitallife”. Walaupun aplikasi tersebut hanya didownload sebanyak 270 ribu kali oleh para pengguna Facebook. Namun ternyata efek dari aplikasi tersebut mengena ke 50 juta pengguna Facebook, hal tersebut karena aplikasi tersebut mampu mengakses data-data dari teman-teman yang mendownload aplikasi tersebut.

Siapa saja yang menggunakan aplikasi thisisyourdigitallife secara tidak sadar dan sukarela menyerahkan data personal mereka, apa yang mereka sukai dan dimana mereka tinggal, selain itu aplikasi ini juga bisa mengentahui siapa saja teman dari pengguna Facebook yang menggunakan aplikasi tersebut.

Pihak Facebook sendiri sudah menangguhkan Cambridge Analytica, SCL dan juga Kogan serta seseorang bernama Christopher Wylie. Dimana Wylie diketahui adalah pembisik atau whistleblower yang mengungkapkan kebocoran serta penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook ke media massa.

Paul Grewal selaku Vice President dan General Counsel Facebook mengatakan “Pihak kami akan terus menyelidiki untuk melihat tingkat akurasi dari klaim ini. Jika hal tersebut terbukti benar, itu merupakan kejahatan yang tidak termaafkan”.

Sementara itu juru bicara SCL membantah mengenai tudingan yang ditujukan kepada pihaknya dan juga Cambridge Analytica. Namun sayangnya belum ada penjelasan lebih rinci mengenai bantahan tersebut.

Sumber lain mengatakan bahwa data personal para pengguna Facebook masih bisa diakses di database internal Cambridge Analaytical pada tahun 2017 lalu. Padahal pihak SCL sudah berjanji kepada Facebook dan juga pegawai Cambridge bahwa semua data tersebut sudah dihapus pada tahun 2015 lalu.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *