Wednesday , August 5 2020
Home » The Lounge » Kabar Tekno » 1.900 Karyawan Airbnb di PHK

1.900 Karyawan Airbnb di PHK

foto : ThePrint

1.900 Karyawan Airbnb di PHK

lebakcyber.net – 1.900 karyawan Airbnb di PHK. Startup Airbnb terpaksa harus memangkas sebesar 25 persen dari total seluruh karyawannya. Ada sekitar 1.900 karyawan dari Airbnb yang harus mendapatkan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Perusahaan Airbnb tersebut diketahui memang sedang berjuang dengan sangat keras dalam waktu beberapa bulan terakhir ini saat pemerintah dari berbagai negara banyak yang menyuarakan kepada warganya untuk work from home (WFH).

Akibat dari kebijakan pemerintah tersebut memberikan dampak yang cukup besar kepada perusahaan startup Airbnb, karena dalam waktu WFH tersebut banyak sekali booking hotel yang dibatalkan, termasuk didalamnya pemesanan hotel yang sebelumnya sudah dijadwalkan dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Advertisements

Sebagai informasi tambahan bahwa Airbnb sendiri memiliki sekitar 7500 karyawan secara keseluruhan. Namun pandemi Covid-19 haru membuat bisnis yang dimiliki oleh Airbnb terkena dampaknya, akibat dari hal tersebut pastinya pendapatan yang berhasil didapatkan oleh Airbnb juga menurun drastis.

Brian Chesky selaku CEO dari Airbnb mengatakan bahwa pendapatan perusahaan pada tahun 2020 ini saja hanya akan separuh dari pendapatan mereka pada tahun 2019 lalu.

Advertisements

Dikutip dari halaman TheVerge, Rabu (06/05/2020) Chesky mengatakan “Bisnis yang dimiliki Airbnb sangat terkena dampak dari pandemi Covid-19”.

The Information merupakan media pertama yang melaporkan mengenai perihal PHK kepada para karyawan Airbnb tersebut. Dalam beritanya, The Information mengatakan bahwa pemangkasan sebesar 25% dari karyawan Airbnb tersebut dipercaya bisa membuat perusahaan tersebut melakukan penghematan sebesar USD 400 sampai dengan 500 juta setiap tahunnya.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19 ini, pihak Airbnb memang mengumumkan sebuah kebijakan mengenai pembatalan booking yang lebih fleksibel pada tanggal 31 Mei nanti.

Dengan adanya kebijakan tersebut dapat membantu bagi para pengguna layanan Airbnb untuk melakukan pembatalan dari perjalanan yang sebelumnya sudah mereka rencanakan.

Selain itu proses pembatalan booking tersebut juga pastinya memberikan dampak yang sangat buruk bagi para karyawan dari Airbnb, apalagi penghasilan dari penyewaan ruangan menjadi kosong sama sekali.

Kerugian yang dialami oleh Airbnb pastinya benar-benar memukul para staff dari Airbnb, apalagi perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan dari biaya pemesanan hotel yang dibayarkan oleh pengguna layanannya.

Bukan itu saja, dalam waktu beberapa bulan terakhir ini saja, Chesky sudah melakukan pemangkasan beban operasional sampai ratusan juta dollar Amerika Serikat. Dirinya juga sudah mempersiapkan diri kalau situasi kembali normal dan para pengguna layanannya sudah bersiap untuk kembali bepergian.

About Firdan Ardiansyah

Admin di lebakcyber.net Untuk berhubungan dengan saya, silahkan kirim email ke : firdan@lebakcyber.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *